Pages

Gunakan Mozzila Firefox untuk mengakses website ini dan jangan lupa klik iklannya

Monday, October 21, 2013

Proses pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sederhana



Proses pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sederhana

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah :

    Sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman.
    Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman.
    Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan.
    Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.

Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu
Mmampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.
Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga.
PGPR juga bisa memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tumbuhan. PGPR intinya dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman, serta menghasilkan hormon yang berperan menginduksi ketahanan tanaman terhadap penyakit dan bakteri.

Tahapan Pembuatan Starter PGPR 
  • Siapkan tanah di bawah rumpun bambu secukupnya;
  • Siapkan toples plastik volume 1,5 - 2 liter;
  • Masukan tanah tersebut pada toples bersih 1/3 bagian;
  • Tambahkan air bersih (air sumur) dan diaduk kemudian toples ditutup rapat-rapat;
  • Biarkan mengendap dan simpan pada suhu kamar minimal 4 hari, air pada toples tersebut sudah dapat dimanfaatkan sebagai starter untuk pembuatan PGPR
Pembiakan Bakteri PGPR : 
Bahan :
 
1 liter starter bakteri yang dihasilkan dari toples;
20 liter air bersih (bukan air ledeng);
250cc air leri (air cucian beras);
2 ons gula pasir atau 200 cc tetes tebu;
 
1 ons terasi;
 
1/2 sendok teh air kapur.
 

Proses Pembiakan Bakteri :
 
  1. Campur semua bahan ke dalam panci, kecuali starter bakteri;
  2. Rebus campuran/larutan tersebut hingga mendidih;
  3. Selanjutnya matikan kompor dan tunggu larutan tersebut hingga dingin;
  4. Siapkan instalasi/alat fermentor PGPR;
  5. Masukkan larutan tersebut pada galon fermentor;
  6. Kemudian masukan cairan starter pada galon fermentor;
  7. Periksa jaringan slang alat fermentor apakah sudah siap;
  8. Jika alat fermentor telah siap, hidupkan aerator fermentor dan biarkan fermentasi selama 15 hari;
  9. Setelah 15 hari PGPR sudah dapat diaplikasikan pada tanaman;
  10. PGPR yang tersisa disimpan pada botol tertutup, dan masukan dalam freezer.
Cara Pembuatan Alat Fermentor: 
Alat fermentor adalah alat fermentasi yang dilengkapi dengan sistem pengadukan bahan fermentasi menggunakan airator, berikut cara pembuatan alat tersebut.
 
Bahan :
 
1 buah tabung/galon air minum/mineral (volume 20 liter) + tutupnya;
 
3 buah botol minuman air mineral (volume 600cc) + tutupnya;
 
3 meter slang plastik aquarium diameter 4 mm;
8 buah Pipa konektor (Pipa Fittings) 4 mm;
 
3 buah batu pengurai gelembung udara aquarium (Air stone/Air diffusers);
 
1 buah Aerator / pompa udara aquarium;
Glass wool secukupnya;
 
250cc larutan PK (Permanganat Kalcus).



Alat : 
· Pisau Cutter besar
 
· Lem plastik (Glue Gun)
 
· Solder/bor listrik
 


Tahapan Pembuatan :
 
Bagian Galon (Wadah Fermentasi) 

  • Siapkan galon air mineral + tutupnya.
  • Lubangi tutup galon dengan bor atau solder sebanyak 2 buah, berjajar dengan jarak 2 cm dan diameter selebar pipa plastik konektor (fittings).
  • Kemudian kedua lubang tersebut dipasang konektor bentuk lurus (stright conector) atau yang berbentuk siku (90-Degree Bends).
  • Ujung bagian dalam dari salah satu konektor, dipasang slang diameter 4 mm dengan panjang 40cm dan pada ujung slang dipasang batu pengurai gelembung udara aquarium (Air Stone/Air diffusers).
Bagian Botol (Instalasi Pendukung) 

  • Siapkan 3 botol bekas air mineral beserta tutupnya (botol 1, 2 dan 3).  
  • Botol 1 dan 3 pada bagian tutup dilubangi masing-masing 2 lubang dengan posisi berjajar dengan diameter sebesar diameter konektor.   Kecuali untuk botol 2 pada bagian tutup yang dilubang cukup 1 buah tepat dibagian tengahnya sebagai input dan untuk output pemasangan konektor pada samping bagian bawah botol.  

Agar konektor yang terpasang pada tutup maupun botol tidak bocor, pada bagian sekeliling konektor di lem plastik panas menggunakan Glue Gun.




Instalasi Pemasangan Jaringan Slang
 

  • Masing-masing tutup dipasang sebuah slang pada salah satu ujung konektor yang menuju ke bagian dalam botol dengan panjang slang disesuaikan.  Setelah slang terpasang pada ujung slang diberi batu gelembung udara (Air diffuser/Air stone).  Kecuali tutup botol 2 yang memiliki satu konektor ditengah tidak perlu diberi slang maupun batu gelembung udara/Air diffusers.
  • Setelah tutup galon, tutup botol 1 dan botol 3 telah terpasang slang dan Air diffuser, maka pemasangan jaringan slang dilakukan. 
  • Pemasangan slang dimulai dari Aerator menuju konektor input pada botol 1 (konektor yang pada bagian dalam terdapat batu udara/Air diffuser). Ukuran panjang slang disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian yang diisi larutan PK dengan dosis 2 gram/air 1 liter air.
  • Masukkan larutan PK pada botol 1 sebanyak 350cc atau 2/3 bagian;
  • Dari konektor output botol 1 dipasang slang menuju konektor input botol 2. Konektor input botol 2 terdapat pada tutup botol.  Botol 2 diisi dengan Glass Wool  hingga penuh.
  • Dari konektor output botol 2 yang terdapat pada bagian bawah botol dipasang slang menuju konektor input Galon fermentasi (konektor yang dibagian bawah terdapat batu udara). Galon merupakan wadah bahan pengembangbiakan atau bahan fermentasi. 
  • Dari konektor output Galon dipasang slang menuju konektor input pada botol 3. Botol 3 merupakan botol pengontrol sirkulasi udara, sehingga agar terlihat tidak terjadi kebocoran udara jaringan, botol 3 diisi air secukupnya. Jika ditandai gelembung udara keluar pada Air diffuser pada botol 3, maka jaringan slang dapat dinyatakan tidak bocor.
  • Kemudian konektor output botol 3 dibiarkan tanpa dipasang slang sebagai pembuangan udara.
Pemasangan jaringan slang alat fermentor lebih jelas dapat anda lihat pada gambar berikut.  

Gambar instalasi alat fermentor
Sumber:

No comments:

 


Loading...


Please Wait...