Pages

Gunakan Mozzila Firefox untuk mengakses website ini dan jangan lupa klik iklannya
Showing posts with label Laporan Praktikum. Show all posts
Showing posts with label Laporan Praktikum. Show all posts

Friday, September 27, 2013

Metode Broadcasting - Aplikasi Pemupukan

Broadcasting adalah cara pemupukan dengan penebaran bahan pupuk secara merata diatas permukaan tanah, dilakukan sebelum atau sesudahtanam.

Cara Metode Broadcasting :
1. Menggemburkan seluruh piringan lahan dengan cangkul
2. Melakukan pemupukan di piringan yang yang sudah digemburkandengan cara disebar
3. Melakukan penyiraman pada daerah yang di pupuk 

Metode ini dibedakan menjadi 2, antara lain :

Tuesday, September 24, 2013

Perangkat Uji Pupuk (PUP)

Banyaknya pupuk anorganik yang beredar di pasaran tidak sesuai dengan label yang tertera dalam kemasan telah menimbulkan kerugian. Perangkat Uji Pupuk (PUP) dapat membantu para petani, pengawas pupuk, dan pelaku pasar untu mengetahui kualitas pupuk secara cepat.
PUP: Alat penetapan kadar hara pupuk aorganik secara cepat di lapagan. Alat ini merupakan penyederhanaan secara kualitatif dari analisis pupuk di labor atorium. 
Manfaat:
1) Mengukur kadar hara N, P, dan K dalam pupuk anorganik secara cepat dan mudah,
2) Sebagai acuan dalam penghitungan jumlah hara N, P, dan K,
3) Untuk menghindari penggunaan pupuk yang tidak sesuai dengan kadar hara yang tercantum pada label

Prinsip Kerja:
1) Mengekstrak hara N, P, dan K dalam pupuk,
2) Mengukur kadar N, P, dan K dengan bagan warna/tabel, dan

3) Menetapkan kadar hara dalam pupuk.

Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK)

PUTK adalah suatu alat untuk analisis kadar hara tanah lahan kering, yang dapat digunakan di lapangan dengan cepat, mudah, murah dan cukup akurat. PUTK dirancang untuk menguk ur kadar P, K, C-organik, pH dan kebutuhan kapur. 

Prinsip kerja PUTK adalah mengukur hara P, dan K tanah yang terdapat dalam bentuk tersedia secara semi kuantitatif. Penetapan P dan pH den gan metode kolorimetri (pewarnaan). Hasil analisis P dan K tanah selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan P dan K spesifik lokasi untuk tanaman jagung, kedelai dan padi gogo.
Satu Unit Perangkat Uji Tanah Kering terdiri dari:
(1) satu paket bahan kimia dan alat untuk penetapan P, K, bahan organik, pH, dan kebutuhan kapur,
(2) bagan warna P dan pH tanah; bagan K, kebutuhan kapur dan C-organik tanah,

(3) Buku Petunjuk Penggunaan PUTK serta Rekomendasi Pupuk untuk jagung, kedelai dan padi gogo.

Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS)

PUTS dibuat untuk medukung (Permentan) No. 40/SR.140/04/2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P dan K pada Padi Sawah Spesifik Lokasi sebagai acuan pemupukan berimbang.

PUTS: Alat bantu analisis kadar hara tanah N,P,K, dan pH tanah sawah digunakan di lapangan dengan cepat, mudah dan murah, serta akurat. Manfaat : 
1) Mengukur status hara N, P, K, dan pH tanah sawah secara cepat dan mudah.
2) Dasar penentuan dosis rekomendasi pupuk N, P, K dan amelio ran tanah sawah, dan
3) Menghemat penggunaan pupuk, meningkatkan pendapatan petani dan menekan pencemaran lingkungan.

Prinsip kerja : 
1) Mengekstrak hara N, P, dan K tersedia dalam tanah.
2) Mengukur hara tersedia dengan bagan warna, dan

3) Menentukan rekomendasi pupuk padi sawah.

Sifat - Sifat Pupuk

Sifat pupuk sangat beragam sehingga pemilihan pupuk hendaknya mengacu pada Standar Nasional Indonesia ( SNI ) yang telah ada.
Sumber Hara
Hara Utama
N
P2O5
K2O
MgO
CaO
B
Cu
S
Cl
1. Pupuk Tunggal
- Urea
N
46








- Ammonium Nitrat (AN)
N
35








- Sulphate of Ammonia (SOA - ZA)
N, S
21






24

- Rock Phosphate (RP)
P, Ca

30


45




- Triple Super Phosphate (TSP)
P, Ca

46


20




- Single Super Phosphate (SSP)
P, Ca, S

18


25


11

- Muriate of Potash (MOP - KCl)
K, Cl


60





35
- Sulphate of Potash (SOP-ZK)
K, S


50




17

- Kieserite
Mg, S



27



23

- Dolomit
Mg, Ca



22
30




- Sulfur
S







97

- Borate
B





11



- Copper Sulphate (CuSO4.H2O)
Cu






25
13

- Langbeinite
K, Mg, S


22
18



22

2. Pupuk Majemuk
- Diammonium Phosphate (DAP)
N, P
18
46







- NPK (12-12-17-2)
N,P,K,Mg
12
12
17
2





- NPK (15-15-6-4)
N,P,K,Mg
15
15
6
4





- NPK (15-15-15)
N,P,K
15
15
16






3. Sisa - sisa Tanaman
- Abu tandan kosong
K, Mg, Ca

4
40
6
5




- Tandan kosong
N, K
< 1
0,1
1,2
0,1
0,1




- Pelepah hasil tunasan
N, P, K
0,5
0,1
0,8
0,1
0,1




- Limbah cair PKS
N, K, Mg
0,4
0,2
1,3
0,4





 Lanjutkan membaca

Wednesday, August 14, 2013

Pupuk Bio-Mikoriza (Trichoderma sp.)

Pupuk Bio Mikoriza adalah salah satu pupuk yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan bakteri Mikoriza dari jamur di tanah. Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Namun, ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur.

Bakteri ini bermanfaat untuk memastikan ketersediaan fosfat dan nutrisi hara tanaman lainnya, serta menyerap air bagi tanaman.  Bakteri ini bisa dimanfaatkan untuk semua jenis tanaman. Tanah Indonesia di seluruh penjuru negeri kaya akan jamur yang mengandung bakteri Mikoriza ini.

’’Kerja dari bakteri ini adalah menginfeksi tanaman melalui benang hipa-nya dan menyusup ke daerah yang lebih jauh dari jangkauan akar tanaman. Dia bisa mencari sendiri dan menyusuri lokasi hingga batu-batuan untuk menyerap fosfat,kemudian mentransfernya untuk tanaman,”

Contoh Bakteri Bio Mikoriza:

Trichoderma sp.

Friday, June 28, 2013

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM HUBUNGAN AIR, TANAH, DAN TANAMAN


LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
HUBUNGAN AIR, TANAH, DAN TANAMAN
Disusun Oleh :
Nama       : Ari Setiadi
NIM         : 11911
Dosen      : Ir. Suci Handayani, M.P

Wednesday, February 13, 2013

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FISIKA TANAH ACARA 4 KAPILARITAS DAN SUDUT SINGGUNG


ACARA IV

KAPILARITAS DAN SUDUT SINGGUNG

A. Latar Belakang
Tanah adalah bahan alami yang menutupi bagian permukaan bumi sebagai hasil mekanis, kimia, dan biologis dari bahan induk. Untuk mengenal tanah perlu dipelajari sifat-sifatnya salah satunya adalah sifat fisika tanah yang meliputi kandungan air (kadar lengas), berat isi (bulk density), tekstur, struktur, konsistensi, porositas tanah, kestabilan agregat, permeabilitas tanah, infiltrasi, tata air dan udara, warna dan temperatur tanah. Sifat fisik ini dapat dinyatakan dengan kriteria, rendah atau jelek, sedang dan tinggi atau baik, dan dapat berubah atau dipengaruhi faktor lain.

 


Loading...


Please Wait...