Pages

Gunakan Mozzila Firefox untuk mengakses website ini dan jangan lupa klik iklannya

Wednesday, January 25, 2012

Peribahasa Lampung


Sesikun/sekiman atau peribahasa dalam bahasa Lampung adalah bahasa yang memiliki arti kiasan atau semua berbahasa kias. Fungsinya sebagai alat pemberi nasihat, motivasi, sindiran, celaaan, sanjungan, perbandingan atau pemanis dalam bahasa.

Peribahasa Dialek O

Akik pakkal no mak metegh
sedangkan pangkalnya tidak manis
artinya : Anak yang tau saja tidak berhasil, apalagi yang bungsu

Bateu cappak dilatak
batu cemplung di lumpur
artinya : Sesuatu yang hilang tidak akan kembali lagi
Dikedo biduk disan biduk tenimbo
di mana perahu ditumpangi, di situ perahu ditimba
artinya : Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Gegegh apui mengan wek
Seperti api memakan dedak
Artinya : Menggerogoti tetapi  terlihat
Gegeh aseu/kuyuk jamo kucing
Seperti anjing dengan kucing
Artinya : tidak pernah dapat akur
Gegeh nilingken wai
Seperti mencurahkan air
Artinya : Lancar sekali
Geggeh nyepok gagagh
Seperti membungkus kepiting
Artinya : menyembunyikan benda yang tidak bisa diam
Gegegh wai diunggak bulung teles
Seperti air di daun talas
Artinya : Sulit untuk diatur
Gelik wai gelik asahan, sekin mak munih tajem
Habis air habis asahan, pisau tak tajam juga
Artinya : Habis semua usaha tetapi sia-sia
Ibung mak jaweh jak ghuppun
Rebung tak jauh dari rumpun (bambu)
Artinya : Kelakuan anak biasanya tak jauh dari kelakuan orang tuanya
Kacak matei mandi ghah, jak ughik keno jajah
Lebih baik mati bermandi darah, daripada hidup dijajah
Artinya : Tidak mau hidup berada di bawah belenggu
Kapak nelen beliung
Kampak menelan beliung
Artinya : Yang disusul tak muncul, yang menyusul ikut hilang
Kusuk benang jukken di mulei, kussuk umungan jukken di perwatin
Kusut benang berikan ke si gadis, kusut omongan serahkan kepada pemuka adat
Artinya : Memberikan pekerjaan sesuai dengan bidangnya
Mak pateh lamun lemeh, mak pegat lamun kendur
Tidak patah jika lemah, takkan putus jika kendur
Artinya : Jangan mengumbar keberanian suatu saat ketemu dengan yang lebih dari kita
Mighak semeu babak muppeh appin mak nganak
Ingin seperti kulit, mencuci popok tak punya bayi
Artinya : berlagak seperti a mampu, padahal tidak
Naghik ghilang salah julak
Menarik belarak salah satu ujungnya
Artinya : Melaksanakan sesuatu dengan tidak semestinya
Nawai buho nangui
Mengajari buaya berenang
Artinya : memberitahu sesuatu kepada orang yang memang sudah tahu
Nekan setelan utah setekung
Makan satu telan muntah sepelepah pinang
Artinya : Mendapat untung sedikit, giliran rugi banyak sekali
Nettek culuk diunggak lukkung
Memotong telunjuk di atas kerongkongan
Artinya : Serba salah dalam mengambil keputusan
Ngatet wai takeu bayuk
mengangkut air memakai bakul
Artinya : Walaupun susah payah tetapi pekerjaan akan sia-sia
Ngebidei kambing mandei
Memaksa kambing untuk mandi
Artinya : Memaksa orang yang berpendirian keras
Ninjuk kegho lalat aghei
Menangkap monyet di balik tiang
Berusaha mendapat keuntungan, apa daya hanya dapat rugi
Nungguk apui lem taneh, pagun kenahhan asek
Menyalakan api dalam tanah, masih kelihatan asapnya
Artinya : Sedalam apapun menyimpan rahasia, tetap akan tercium juga
Nyappakken seghek dilem ulek
Mencemplungkan jarum dalam lubuk
Artinya : Membuang sebuah harapan
Nyeccehken uyah diujan
Menyiramkan garam di air hujan
Artinya : Menceritakan aib keluarga sendiri
Nyessak kuteu dilem sabuk
Mencari kutu di dalam ijuk
Artinya : Perbuatan yang sia-sia
Nyow ubah manuk pebalai
Apa obahnya ayam palembung
Artinya : Kalau sudah jadi sifatnya, kan sulit untuk diubah
Nyo ubah sesam  gaghak
Apa obahnya kesem kepiting
Artinya : Sabar menunggu perubahan, namun perubahan tak kunjung tiba
Paghek daging mak nyisik
Dekat daging tak perlu mengiris
Artinya :  Ada rejeki namun disia-siakan
Pakkak No tuan lebai cadang pai mangei wawai
Perjalanan tuan lebai, rusak dahulu baru bagus
Artinya : Untuk berhasil biasanya harus berkorban dahulu
Rajo mengan benaso aghuk keno puluk
Raja makan nangka anak yatim kena getahnya
Artinya : Lain yang dapat enak, lain lagi yang dapat susah
Situho  malah cawo, sai sanak malah kiwak
Yang tua mengalah perkataan, yang muda mengalah tenaga
Artinya : Saling menyadari posisi masing-masing
Tuho di ughak pahgo
Tua dia atas pawon
Artinya : Orang yang lebih tua tetapi tidak mau mengalah
Yow ghadeu teberek direndemken munih
Sudah tenggelam disungkurkan pula
Artinya : Orang yang sedang mendapat musibah malah disakiti

referensi: http://kamus.lampung.cc

No comments:

 


Loading...


Please Wait...