Pages

Gunakan Mozzila Firefox untuk mengakses website ini dan jangan lupa klik iklannya

Monday, February 25, 2013

SIKLUS SULFUR (S) Part 1


DAUR SULFUR (S)

A. Sulfur (S)
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida (Anonim, 2013).

B. Sumber Sulfur (S)
Sulfur salah satu dari 10 unsur kimia yang diperlukan organisme dalam konsentrasi cukup tinggi (> 10-4 M). Unsur S diperlukan untuk sintesis asam amin, cystein, cystin, methionin serta penyusun penting vitamin, hormon, dan berbagai koenzim. Menurut Braddy (1984), masukan S pada ekosistem berasal dari 3 sumber utama, yaitu:
Pelapukan mineral : mineral tanah seperti besi, nikel, dan tembaga sulfida dan gipsum (CaSO4) melapuk dan melepaskan sulfat dan sulfida ke dalam tanah.
Endapan atmosfer : sulfur dioksida dari atmosfer (SO2) diserap tanah dan vegetasi, dan sulfat (SO2-4) aerosol diendapkan melalui pengendapan kering dan basah (Christophersen dan Wright , 1980). Aktifitas manusia mencapai sekitar 50% masukan S ke atmosfer , seperti emisi pembakaran batubara merupakan sumber utama S teroksidasi di atmosfer, yang ssebagai besar dilepaskan dalam bentuk SO2 (Kennedy, 1986).
Dekomposisi bahan organik: bahan vegetasi didekomposisi oleh mikroorganisme, merubah organik S menjadi bentuk anorganik  atau organik lainnya, tetapi S yang dilepaskan selama dekomposisi bahan organik tidak dapat dikatakan sebagai sumber utama S dalam hal neraca S total karena terkait dengan pemenuhan kebutuhan untuk tanaman (Reuss dan Johnson, 1986)

C. Bentuk Sulfur
Sulfur dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok besar, yaitu: Sulfur Organik dan Sulfur Anorganik.

C.1. Sulfur organik
Seperti halnya unsur N, s di dalam tanah sebagian besar berupa S organik, terutama pada bagian lapisan tanah permukaan, bahkan dapat mencapai 90 % total S (Tisadale et al., 1990; Prasad dan Power ,1997) pada tanah kapus. Di dalam tanah, S organik dibedakan menjadi 3 kelompok penting, yaitu (1) S diikat sebagai ester, (2) S terikat langsung dengan atom C, dan (3) s residual.

 


Loading...


Please Wait...