Pages

Gunakan Mozzila Firefox untuk mengakses website ini dan jangan lupa klik iklannya

Wednesday, October 24, 2012

Sejarah HIPMALA Yogyakarta


HIPMALA DAN PERKEMBANGANNYA

Tahun 1952 di Yogyakarta, sekumpulan anak muda yang bergelar mahasiswa yang berasal dari Lampung atas panggilan hati akan kerinduan dengan kampung halaman menjalin komunikasi dan koordinasi, sebagai perwujudan rasa senasib dan seperjuangan di tanah rantau berkomitmen membentuk sebuah wadah organisasi yang bernama “Keluarga Pelajar Lampung”. Dalam perjalanan organisasi yang cukup tua itu, dengan berbagai dialektika dan dinamika selayaknya sebuah organisasi yang selalu mempertahankan gerak eksistensinya telah terjadi beberapa kali pergantian kepengurusan semenjak tahun 1952-1988. Beberapa para mantan Ketua Umum Keluarga Pelajar Lampung yang tercatat dan teringat jelas pernah menjabat diantaranya; Komisaris Besar Polisi Drs. Pun Edwar Syah Pernong, SH, MH, Kanda Kausar AS, Abang Mu’as Munjiri, Abang Sukardiansyah. Tahun 1988-1989; Bang As At Bastari. Tahun 1989-2004 Abang Jasril Anwar, SE.
Walau sempat ada kemandekan pada proses regenerasi dimana pada tahun 1992 telah menyebabkan Hipmala Yogyakarta mati suri. Hingga pada era 2000-an hingga 2003 para aktivis dari Lampung yang tergabung dalam berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di berbagai kampus memprakarsai Kongres Hipmala Yogyakarta pada tahun 2004 yang diketuai Sdr. Endy Fatoroni, ST. Angin segar bagi geliat organisasi yang kembali bangkit mulai menyibukan pengurus bahkan pada pengukuhan dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sjahroedin ZP, S.H. Namun Ketua terpilih menjalankan amanah yang diembankan kepadanya selama kurang lebih 6 bulan. Hipmala Yogyakarta yang kembali didera kekosongan kepemimpinan yang akhirnya diangkat Pjs. Sdr. Imam Subkhi, S.H. Catetan sejarah berlanjut hingga sampai pada awal tahun 2005 Sdr. Sairul Sidiq, S.H menjabat sebagai Ketua Hipmala Yogyakarta sampai dengan 1,5 tahun kemudian sampai pada terpilihnya Sdr. Yanto pada periode berikutnya.

Himpunan Pelajar Mahasiswa Lampung sebagai Organisasi yang pada prinsipnya menghimpun seluruh pelajar dan mahasiswa asal Lampung yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta coba memasuki tiap lini baik student need dan student interest seperti pendidikan, kemahasiswaan, seni budaya, olahraga, intelektualisme, keagamaan dan lain sebagainya. Banyak prestasi yang sudah diraih, baik pementasan seni budaya masuk 5 besar se-Indonesia selama 2 kali (2 tahun) berturut-turut bersama Bali dan Jogja, partisipasi pada Festival Karakatau 2008 dan Visit Lampung 2009, dan prestasi olahraga dibidang sepak bola, Voli dan Badminton yang berkali-kali maraih juara umum se-Indonesia di Yogyakarta, serta presatasi dibidang pendidikan, penelitian dan sosial lainnya. Kontribusi konkret yang diberikan Hipmala Yogyakarta dalam melahirkan pemimpin Lampung dan Indonesia kedepannya. Hal ini tentunya dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Provinsi Lampung dan Indonesia sehingga para generasi muda sadar akan tanggung jawabnya dan dapat memberikan sedikit banyak kontribusi dan pengabdiannya.

Mengingat kembali bahwa Hipmala Yogyakarta adalah organisai kedaerahan yang mengekedepankan rasa persaudaraan dan kekeluragaan dalam menumbuhkembangkan rasa solidaritas yang tinggi antar anggota dapat menjadikan organisasi kedaerahan yang solid, dan menciptakan organisasi yang terus siap maju menghadapi pengaruh era globalisai yang berimplikasi pada segala aspek kehidupan sosial dan budaya dan watak para generasi muda yang menjadi acuh tak acuh dan individualistis yang sangat bertentangan dengan jiwa Hipmala Yogyakarta yang lebih mengkedepankan rasa persatuaan.
Tak kenal maka tak sayang, sebuah pepatah lama yang tak pernah usang. Hipmala Yogyakarta terus istiqomah mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa Lampung yang ada di Yogyakarta untuk bergabung bersama-sama dalam mengembangkan diri dan beraktualisasi diberbagai lini pada konteks kedaerahan dan keindonesiaan. Tujuan mulia yang coba digagas Hipmala Yogyakarta dalam mempersatukan putra-putri “Sang Bumi Ruwa Jurai” perlu mendapat apresisasi dari semua pihak, baik pelajar, mahasiswa-mahasiswi, maupun masyarakat Lampung yang ada di Yogyakarta. Semoga !


BY. ARIE AL IZHAR
KETUA UMUM 2010-2011

No comments:

 


Loading...


Please Wait...